Metode Setan Dalam Menyesatkan Manusia

  • Selasa, 2 Pebruari 2016 09:14
  • Kajian Keislaman
  • Hits: 1

Seandainya ada orang yang telah menekuni suatu pekerjaan selama lima puluh tahun,misalnya-dapat dipastikan kalau ia sangat paham dan mengerti seluk beluk,tata cara dan segala rahasia pekerjaan tersebut.

Demikian pula Iblis, sejak Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) mengusirnya dari surga hingga sekarang ini, pekerjaannya hanyalah menyesatkan dan menjerumuskan manusia.Masa serta pengalamannya sangat lama, sangat membantunya untuk menciptakan berbagai cara dan seni menjerumuskan,serta menggoda dan menyesatkan manusia, diantaranya adalah:

1. Menghiasi kebatilan.

Sesungguhnya, kebatilan mempunyai gambar yang sangat buruk dan ciri yang sangat menjijikkan. Karena itu,setan senantiasa bersandar pada kebatilan ini dan membungkusnya dengan tutup yang sangat indah serta memakaikan selendang menarik,menghiasi dan memperindahnya.

Hal itu diketahui dari cerita Iblis tentang dirinya sendiri,ketika ia berkata kepada Rabb-nya:“Ya Tuhanku,karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan jelek) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya…” (QS. Al-Hijr [15] : 39)

Iblis mengawali godaannya dengan menghiasi (membuat manusia memandang baik terhadap perbuatan dosa dan maksiat). Kemudian baru menggoda dan menyesatkannya.

2. Menamakan kemaksiatan dengan nama-nama yang menyenangkan.

Diantara bentuk godaan dan tipu daya setan adalah memberi nama kekejian dan kemaksiatan dengan nama-nama yang disukai hati agar keburukan dan kekejian tersamarkan. Iblis-lah yang menamakan pohon terlarang dengan Syajaratul Khuldi (pohon kekal) seperti yang dinyatakan di dalam firman Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He):

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa.” (QS. Thaha [20] : 120)

Para pengikut iblis menamakan perbuatan-perbuatan terlarang dengan nama-nama yang disukai hati. Mereka menamakan khamar dengan minuman berenergi. Mereka menamakan riba dengan bunga, pengumbaran aurat perempuan dengan kebebasan perempuan, ikhtilath (percampuran) antara lelaki dengan perempuan dengan kemajuan dan masyarakat modern, artis dan aktor, penyanyi, musik, perbuatan mesum dan sejenisnya dengan nama seni. Semua ini mereka lakukan guna menarik hati manusia agar cenderung kepada kekejian dan keburukan.

3. Menamakan ketaatan dengan nama-nama yang tidak disukai.

Sesungguhnya kebenaran mempunyai cahaya yang bersinar terang benderang. Sekiranya kebenaran ini dalam bentuk aslinya sebelum dinodai dan dicemarkan, niscaya jiwa manusia akan cenderung dan tertarik kepadanya. Pendengaran dan hati mereka akan terfokus dan tunduk kepadanya. Oleh karena itu, peranan setan yang pertama kali adalah memperburuk citra kebenaran, mencemari dan menamakannya dengan nama-nama yang tidak disukai.

Setan menamakan orang yang berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dan sunnahnya secara lahir dan batin sebagai fundamentalis dan fanatis. Mereka menamakan orang-orang yang menjaga diri dari kemaksiatan, kefasikan dan perbuatan terlarang lainnya sebagai orang yang kurang pergaulan.

4. Setan memasuki manusia dari pintu yang paling disenangi jiwanya.

Setan memasuki diri manusia melalui saluran ini. Ia berjalan di dalam diri manusia melalui aliran darah, sehingga dapat mempengaruhi nafsunya.Lalu bertanya kepadanya tentang apa yang disukai dan diinginkannya. Jika telah mengetahuinya ia akan meminta tolong kepadanya untuk menjerumuskan pemiliknya dan akan masuk dari pintu ini.

Setan juga mengajarkan kepada bala tentaranya dari kalangan manusia bila hendak memperoleh keinginan yang jelek dari orang lain maka hendaknya mereka masuk dari pintu yang mereka sukai dan kehendaki.

5. Setan menyesatkan manusia secara bertahap.

Setan tidak akan mendatangi manusia dan mengatakan,”Lakukanlah kemaksiatan ini atau kerjakanlah kemungkaran ini.”Tetapi setan menjerumuskan manusia selangkah demi selangkah.

Orang-orang zaman dahulu mengatakan,”Bermula dari pandangan, lalu senyuman kemudian perbincangan, mengikat janji lalu pertemuan.”

Sampai disini terjadilah sesuatu yang terlarang. Oleh karena itu Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) di banyak ayat-Nya mewaspadai kita agar jangan sampai mengikuti jejak langkah dan bisikan setan.

6. Setan menghalang-halangi manusia dari kebenaran.

Setan telah berjanji terhadap dirinya sendiri, bahwa ia akan menyesatkan dan memalingkan semua umat manusia, kecuali orang yang berlindung kepada Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dan membentengi dengan keikhlasan. Setan tidak akan mampu menggoda dan menjerumuskan mereka.

Ibnul Qayyim berkata, “jalan yang ditelusuri oleh manusia hanya empat, terkadang ia menempuh jalan kanan, terkadang jalan kiri, terkadang jalan muka dan terkadang jalan belakang. Jalan mana saja yang ia tempuh ia akan mendapatkan setan bertengger di sana. Apabila ia menempuh jalan ketaatan, setan akan berupaya keras agar orang ini memutuskan dan tidak melakukannya lagi, atau ia akan menghalang-halangi dan merintanginya.”

7. Setan berpura-pura memberikan nasihat kepada manusia.

Sesungguhnya setan tidak akan mendatangi manusia dan berkata kepadanya, “Lakukanlah kemaksiatan seperti ini supaya kamu mendapatkan siksaan yang pedih,” tetapi setan akan mendatanginya dengan menjelma menjadi seorang penasihat yang jujur dan baik.

Dengan tipu daya sepeti inilah ia berhasil menggoda dan menjerumuskan kedua ibu bapak kita Adam dan Hawa dan membuat mereka keluar dari surga.

“Dan ia (setan) bersumpah kepada keduanya,“Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.” (QS. Al-A’raf [07] : 21)

Oleh karena itu Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) mewanti-wanti kita agar senantiasa mewaspadai fitnah dan tipu daya seperti ini.

8. Meminta pertolongan kepada setan dari kalangan manusia.

Diantara manusia ada yang hatinya melebur dengan ajaran islam. Keimanan pun menjadi bertambah kuat, keyakinan semakin kokoh dan islampun meresap mendarah daging dalam diri.Sehingga mereka selalu berjalan di dalam naungan islam.

Setan tidak berdaya dihadapan manusia seperti ini, maka setan akan meminta tolong kepada para parjuritnya dari golongan manusia, agar membantu untuk melancarkan aksi dan menjerumuskan.

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya setan itu membisikan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang yang musyrik.” (QS. Al-An’am [06] : 121)

Kita berlindung kepada Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dari setan jin dan manusia.Kita memohon kepada Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) semoga senantiasa memelihara dari menjaga kita dari kejahatan dan kemakaran mereka.